Bulan: Juli 2023

Jalur PPDB SMAN Unggulan MH Thamrin 2023

No Comments
SMAN Unggulan MH Thamrin

Jalur PPDB SMAN Unggulan MH Thamrin 2023 – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMAN Unggulan Mohammad Husni Thamrin 2023 dibuka mulai 27 Februari – 2 Maret 2023. Tahun ini, daya tampung siswa baru SMAN Unggulan MH Thamrin yakni 88 siswa, terdiri dari 44 putra dan 44 putri di kelas.

Para siswa SMAN Unggulan MH Thamrin 2023/2024 akan diterima lewat tiga jalur, yaitu jalur umum, jalur khusus berprestasi, dan jalur khusus afirmasi, seoerti dikutip dari Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta No. e-0014 Tahun 2023.

Jalur PPDB SMAN Unggulan MH Thamrin 2023

Jalur Berprestasi

PPDB Jalur Berprestasi SMAN Unggulan MH Thamrin adalah jalur bagi calon peserta didik baru (CPDB) yang memiliki prestasi olimpiade sains nasional (OSN), atau International Teenager Mathematics Olympiad (ITMO), atau International Junior Science Olympiad (IJSO), yang berdomisili di DKI Jakarta. Kuota jalur berprestasi maksimal 10 persen dari daya tampung, atau setara maksimal 8 peserta didik.

Jalur Afirmasi

Jalur Afirmasi PPDB SMAN Unggulan MH Thamrin adalah jalur bagi CPBD dari keluarga ekonomi tidak mampu, memiliki prestasi akademis, dan berdomisili di DKI Jakarta.

Jalur afirmasi SMAN Unggulan MH Thamrin dibuka untuk maksimal 50 persen dari daya tampung atau setara maksimal 44 peserta didik.

Baca Juga: Pemenang OSN Tingkat Nasional Tahun 2022 Jenjang SMA/MA Bidang Matematika

Jalur Umum

Jalur Umum PPDB SMAN Unggulan MH Thamrin adalah jalur yang diperuntukkan bagi CPDB yang memiliki prestasi akademis dan berdomisili di DKI Jakarta.

Kuota jalur umum SMAN Unggulan MH Thamrin yaitu minimal 40 persen dari total daya tampung, atau setara minimal 36 peserta didik.

Jadwal PPDB SMAN Unggulan MH Thamrin 2023

  • Pendaftaran Online: 27 Februari – 2 Maret 2023
  • Verifikasi dan Pembagian Kartu Peserta: 27 Februari – 4 Maret 2023
  • Seleksi Jalur Berprestasi: 27 Februari – 4 Maret 2023
  • Pengumuman Jalur Berprestasi: 6 Maret 2023
  • Lapor Diri Jalur Berprestasi: 7 dan 8 Maret 2023
  • Tes Akademik Jalur Afirmasi dan Umum: 9 Maret 2023
  • Pengumuman Tes Akademik Jalur Afirmasi dan Umum: 14 Maret 2023
  • Psikotes Semua Jalur: 25 Maret 2023
  • Wawancara Semua Jalur: 1 April 2023
  • Pengumuman Jalur Afirmasi dan Umum: 17 April 2023
  • Lapor Diri: 18 – 19 April 2023
  • Pengiriman Berkas Lapor Diri Semua Jalur: 18 – 20 April 2023
  • Lapor Kegiatan ke Dinas Pendidikan: 17 Mei 2023
Categories: Sekolah Tags: Tag:

Rincian Biaya Kuliah Universitas Trisakti Tahun Ajaran 2023-2024

No Comments
Biaya Kuliah Universitas Trisakti

Rincian Biaya Kuliah Universitas Trisakti Tahun Ajaran 2023-2024 – Calon mahasiswa yang ingin melanjutkan pendidikan bisa memilih perguruan tinggi swasta yang ada di Indonesia. Salah satu perguruan tinggi swasta yang bisa dijadikan pilihan oleh calon mahasiswa adalah Universitas Trisakti. Universitas Trisakti merupakan salah satu perguruan tinggi swasta terbesar di Jakarta.

Bagi calon mahasiswa yang ingin berkuliah di Trisakti perlu mengetahui terlebih dahulu biaya kuliah yang dibayarkan selama periode kuliah di Trisakti. Mahasiswa perlu membayar Sumbangan Pengembangan (SP) yang dibayarkan sekali pada semester pertama. Adapun mahasiswa slot gacor juga perlu membayar Biaya Penyelenggaraan Pendidikan Pokok (BPP) setiap semester selama periode kuliah.

Melansir dari laman Trisakti, berikut biaya kuliah untuk jenjang S1 di 23 program studi yang dimiliki Trisakti.

Baca Juga: 9 Jurusan Langka di Indonesia, Tertarik Daftar untuk SNPMB

Biaya Kuliah 23 Jurusan Universitas Trisakti Jenjang S1

1. Ilmu Hukum

  • SP : Rp 24 Juta
  • BPP : Rp 11 Juta

2. Ekonomi Pembangunan

  • SP : Rp 21,5 Juta
  • BPP : Rp 9,5 Juta

3. Manajemen

  • SP : Rp 21,5 Juta
  • BPP : Rp 9,5 Juta

4. Akuntansi

  • SP  : Rp 21,5 Juta
  • BPP : Rp 9,5 Juta

5. Pendidikan Dokter

  • SP : Rp 350 Juta
  • BPP : Rp 22,5 Juta

6. Pendidikan Dokter Gigi

  • SP : Rp 250 Juta
  • BPP : Rp 25,5 Juta

7. Teknik Sipil

  • SP : Rp 26 Juta
  • BPP : Rp 11 Juta

8. Arsitektur

  • SP : Rp 26 Juta
  • BPP : Rp 11 Juta

9. Teknik Mesin

  • SP : Rp 24,5 Juta
  • BPP : Rp 11 Juta

10. Teknik Elektro

  • SP : Rp 24,5 Juta
  • BPP : Rp 11 Juta

11. Teknik Industri

  • SP : Rp 24,5 Juta
  • BPP : Rp 11 Juta

12. Teknik Informatika

  • SP : Rp 14,5 Juta
  • BPP : Rp 9 Juta

13. Sistem Informasi

  • SP : Rp 14,5 Juta
  • BPP : Rp 9 Juta

14. Teknik Perminyakan

  • SP : Rp 14 Juta
  • BPP : Rp 9 Juta

15. Teknik Geologi

  • SP : Rp 25 Juta
  • BPP : Rp 10 Juta

16. Teknik Pertambangan

  • SP : Rp 25 Juta
  • BPP : Rp 10 Juta

17. Arsitektur Lanskap

  • SP : Rp 21 Juta
  • BPP : Rp 8 Juta

18. Teknik Lingkungan

  • SP : Rp 21 Juta
  • BPP : Rp 9 Juta

19. Perencanaan Wilayah dan Kota

  • SP : Rp 21 Juta
  • BPP : Rp 9 Juta

20. Desain Interior

  • SP : Rp 21 Juta
  • BPP : Rp 10 Juta

21. Desain Produk

  • SP : Rp 21 Juta
  • BPP : Rp 10 Juta

22. Desain Komunikasi Visual

  • SP : Rp 21 Juta
  • BPP : Rp 10 Juta

23. Fotografi

  • SP : Rp 21 Juta
  • BPP : Rp 10 Juta
Categories: Universitas

Pemenang OSN Tingkat Nasional Tahun 2022 Jenjang SMA/MA Bidang Matematika

No Comments
OSN

Pemenang OSN Tingkat Nasional Tahun 2022 Jenjang SMA/MA Bidang Matematika – Olimpiade Sains Nasional (OSN) Tingkat Nasional tahun 2022 jenjang SMA/MA menghasilkan 30 pemenang untuk bidang matematika. Mereka terdiri dari lima peraih medali emas, 10 peraih medali perak, dan 15 peraih medali perunggu.

Sebanyak 900 siswa jenjang SMA/MA berkompetisi di Olimpiade Sains Nasional (OSN) tahun 2022 Tingkat Nasional. OSN Tingkat Nasional digelar secara daring tanggal 3-7 Oktober 2022.

Kepala Balai Pengembangan Talenta Indonesia (BPTI) sekaligus Pelaksana tugas (Plt.) Kepala Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kemendikbudristek, Asep Sukmayadi mengatakan pelaksanaan OSN 2022 ini lebih berat dari biasanya karena dilaksanakan secara online. Asep mengatakan, secara keseluruhan OSN jenjang SMA/MA menghasilkan 45 pemenang medali emas, 90 pemenang medali perak, dan 135 medali perunggu.

OSN adalah ajang talenta bidang sains bagi peserta didik jenjang SMA/MA. Pesertanya tidak hanya di wilayah Indonesia, tetapi juga untuk Sekolah Indonesia di Luar Negeri (SILN). Di Olimpiade ini para peserta didik berkompetisi melalui serangkaian tahapan berjenjang mulai dari Olimpiade Sains tingkat Sekolah, Olimpiade Sains Nasional tingkat Kabupaten/Kota, Olimpiade Sains tingkat Provinsi, hingga Olimpiade tingkat Nasional yaitu OSN. Tahun ini peserta Olimpiade tingkat Kabupaten/Kota mencapai 230.562 peserta. Mereka kemudian diseleksi kembali menjadi 19.650 peserta untuk bersaing di OSN-P. Dari 19.650 peserta diseleksi kembali menjadi 900 peserta mengikuti OSN.

Baca Juga: Mengenal 4 Doktor Termuda di Indonesia

Peraih Medali Emas OSN Tingkat Nasional Jenjang SMA/MA Bidang Matematika

  1. Janssen Edith L, SMPT Emmanuel Pontianak, Kalimantan Barat
  2. Luthfi Bima P, SMA Kharisma Bangsa, Banten
  3. Kenji Gunawan, SMA 1 Kristen BPK Penabur, DKI Jakarta
  4. Petrus Dean, SMAN 3 Kota Jambi, Jambi
  5. Rizky Rajendra AD, SMAN 5 Surabaya, Jawa Timur

Peraih Medali Perak OSN Tingkat Nasional Jenjang SMA/MA Bidang Matematika

  1. Joshua Marvel, SMA Kristen 1 Penabur, Jakarta
  2. Bunayya Dufadiin HS, SMAN 1 Surakarta, Jawa Tengah
  3. Ben Robinson, SMP Kristen Petra 1 Surabaya, Jawa Timur
  4. Timothy Wiliam K, SMP Kristen Petra 3 Surabaya, Jawa Timur
  5. Evan Nathanael, SMP Swasta Djuwita, Kepulauan Riau
  6. Frederica Samuel, SMP Kalam Kudus, Jawa Tengah
  7. Reswara Anangya D, MAN 2 Kota Malang, Jawa Timur
  8. Sulthan Fulviano, SMP, MAN 2 Kota Malang, Jawa Timur
  9. Denzel Eden W, SMA Fransuskus, Bandar Lampung, Lampung
  10. Muhammad Ridho, SMAS Taruna Nusantara, Jawa Tengah

Peraih Medali Perunggu OSN Tingkat Nasional Jenjang SMA/MA Bidang Matematika

  1. I Nyoman Narayan KU, SMAN 4 Denpasar, Bali
  2. Rafael Nevan P, SMA Wardaya, DKI Jakarta
  3. Muhammad Iqbal, SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta, DI Yogyakarta
  4. Ryan Justin S, SMAS Witama Nasional Plus, Riau
  5. Justin, SMAS Mondial, Kepulauan Riau
  6. Kevin Adi S, SMP Cahaya Bangsa, Lampung
  7. Benedictus Gianto J, SMA Katolik Rajawali, Sulawesi Selatan
  8. Muhammad Hanif, SMA Semesta, Jawa Tengah
  9. Rio Gavin T, SMA Kristen Petra 2 Surabaya, Jawa Timur
  10. Ivan Hadinata, SMAN 1 Jember, Jawa Timur
  11. Muhammad Iqbal, SMA Cahata Rancamaya, Jawa Barat
  12. Zaki Aulia, SMP Muhammadiyah Program Khusus Surakarta, Jawa Tengah
  13. Felicia Grace AF, SMA Kesatuan Bangsa, DI Yogyakarta
  14. Gustaf Ian S, SMA Kristen Plus Penabur, Jawa Barat
  15. Nicholas Eric S, SMA Ignatius Global School, Sumatera Selatan
Categories: Pendidikan Tags: Tag:

Mengenal 4 Doktor Termuda di Indonesia

No Comments
Doktor termuda

Mengenal 4 Doktor Termuda di Indonesia – Doktor termuda di Indonesia terus dihasilkan oleh berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Meraih gelar doktor tentunya menjadi dambaan setiap orang di mana kecenderungan masyarakat menganggap gelar itu hanya bisa diraih ketika tidak muda lagi.

Menamatkan pendidikan hingga mengantongi gelar doktor tentu membutuhkan kerja keras dan ketekunan yang tinggi. Namun nyatanya, dunia pendidikan tinggi di Tanah Air pun banyak menghasilkan doktor termuda dari berbagai bidang keilmuan.

Dilansir dari laman resmi perguruan tinggi masing-masing, berikut ini profil empat doktor termuda di Indonesia dan judul disertasinya yang perlu kalian kenal.

1. Diva Kurnianingtyas

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) terus menelorkan generasi muda yang berkompetensi. Kali ini, ada Diva Kurnianingtyas dari Departemen Teknik Sistem dan Industri yang menyangdang predikat sebagai wisudawan doktor termuda di prosesi ke-124 ITS, September 2021 lalu yang berhasil lulus di usia 24 tahun 9 bulan.

Dikutip dari laman ITS, Diva sebelumnya S1 Teknik Informatika di Universitas Brawijaya dengan lama studi 3,5 tahun. Setelah tiga bulan bekerja di bidang Data Engineering, ia mengambil beasiswa program Pendidikan Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU) di ITS jurusan Teknik Sistem dan Industri. Kuliah S2 di ITS ditempuhnya selama setahun dan studi S3 selama tiga tahun.

Sebetulnya, Diva tidak berekspektasi kuliah lanjut sampai S3 di usia muda. Namun karena ingin membahagiakan dan membanggakan ibundanya menjadikan motivasi gadis kelahiran Malang, 13 Desember 1996 untuk lulus sampai S3.

Di akhir masa studinya, dalam disertasinya Diva mengangkat topik mengenai perancangan, pengembangan, dan perencanaan sistem asuransi kesehatan nasional. Tujuannya adalah untuk memperoleh strategi alternatif mekanisme rujukan kesehatan agar anggaran keuangan stabil, premi terjangkau, dan kualitas program meningkat.

Baca Juga: 9 Jurusan Langka di Indonesia, Tertarik Daftar untuk SNPMB

2. Ezi Masdia Putri

Ezi Masdia Putri dari Fakultas Peternakan (Faterna) Universitas Andalas (Unand) menjadi wisudawan doktor termuda pada wisuda IV yang dilangsungkan pada Oktober 2021 lalu di usia 26 tahun.

Ia berhasil menyelesaikan studi S3 di Faterna Universitas Andalas selama 3 tahun 1 bulan dengan Pujian. Tahun 2017, ia mulai kuliah di jurusan Ilmu Nutrisi Ruminansia Fakultas Peternakan Universitas Andalas melalui program beasiswa PMDSU (Pendidikan Magister Doktor untuk Sarjana Unggul).

Dikutip dari laman Unand, Ezi menempuh studi S2 selama 1 tahun, dan studi S3 selama 3 tahun 1 bulan. Adanya rasa ingin tahu yang besar mengenai dunia penelitian khususnya bidang peternakan memberikan semangat untuk mengikuti program beasiswa PMDSU ini.

Berkat bimbingan dan arahan para profesor yang luar biasa, ia telah menyelesaikan penelitian dan tulisan Disertasi mengenai “Optimalisasi Rasio Degradable dan Undegradable Protein Ransum Berbasis Bahan Pakan Konvensional untuk Meningkatkan Produktivitas Sapi Potong”.

Bersama promotor, dua artikelnya telah diterbitkan di Jurnal Internasional terindeks Scopus Q2 dan dipresentasikan di seminar internasional. Selain itu, dengan bekerja sama peneliti lain di lingkungan Faterna tujuh artikel lainnya juga telah diterbitkan di Jurnal Internasional terindeks Scopus.

3. Nyayu Aisyah

Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) kembali menganugerahkan gelar doktor kepada salah satu mahasiswa terbaik FTUI, Nyayu Aisyah pada 2019 lalu. Pada usia 25 tahun, Nyayu dinyatakan lulus pada program Doktor di Departemen Teknik Mesin FTUI setelah menempuh sidang disertasinya yang berjudul “Analisis dan Optimalisasi Sistem Pompa Panas dan Pendingin yang Ramah Lingkungan”.

Dikutip dari laman UI, Nyayu lulus sebagai lulusan program Doktor termuda FT UI dan tercatat sebagai Doktor ke-62 Teknik Mesin UI sekaligus doktor ke-322 FT UI. Ia berhasil pula meraih predikat cumlaude dengan IPK 3.90 dari skala 4.00.

Tidak hanya berhasil meraih gelar doktor dengan predikat terbaik, perempuan asal Palembang, Sumatera Selatan ini juga telah menulis dan mempublikasikan tujuh artikel pada beberapa jurnal internasional yang terindex scopus dan mengikuti 5 konferensi internasional di beberapa Negara.

Salah satu artikelnya, “Solar Absorption Chiller System Performance Prediction based on Principal Component Analysis” telah dipublikasikan Jurnal Case Studies on Thermal Engineering yang terindeks Q1 Scopus.

4. Rendra Panca Anugraha

Ada yang istimewa dalam gelaran Wisuda ke-119 Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) pada 16 – 17 Maret 2019. Yakni, adanya salah satu wisudawan yang merupakan doktor termuda di usia 24 tahun 4 bulan bernama Rendra Panca Anugraha dari Departemen Teknik Kimia ITS.

Dikutip dari laman ITS, cerita berawal dari usulan dosen pembimbingnya di masa studi sarjana (S1), untuk mengikuti sebuah program beasiswa bernama Pendidikan Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU) Kemenristekdikti pada 2015 yang menantang para sarjana unggulan untuk menyambung studi mereka hingga ke tingkat doktoral dalam kurun empat tahun.

Siapa sangka, pemuda kelahiran Bondowoso, 25 November 1994 ini malah togel singapore merampungkan tantangan tersebut hanya dalam kurun waktu 3,5 tahun saja. Selama kurun waktu itu pula, mahasiswa bimbingan Prof. Dr. Ir. Gede Wibawa dan Prof. Dr. Ir. Ali Altway ini berhasil melakukan publikasi penelitian di tiga jurnal ilmiah internasional bereputasi, serta dua seminar internasional.

Dalam disertasinya, Rendra terfokus pada pemanfaatan Dimethyl Carbonate (DMC) dan Diethyk Carbonate (DEC) sebagai zat aditif pada bahan bakar bensin. Alasannya, Indonesia memiliki ketergantungan yang tinggi terhadap bahan bakar fosil (terutama bensin atau gasoline), padahal sumber daya tersebut sangat terbatas. Oleh karenanya, ia menawarkan gagasan untuk mengurangi ketergantungan ini dengan menambahkan DMC dan DEC yang dapat diproduksi dari sumber biomassa.

Categories: Universitas Tags: Tag: ,